Kamis, 26 November 2015

Barista itu asyik!

Halooo... jumpa lagi sama gue. =D Olrait minggu lalu gue udah ngepos tentang sedikit gambaran mengenai profesi barista, setelah itu ada informasi mengenai jenis kopi dan berbagai macam olahan nya, nah gue kali ini bakal ngepos sesuatu yg menurut gue asik! Kenapa asik? Soalnya gue bakal kasih tau pengalaman pribadi gue disini wkwk  =D
Oke, tau nggak? Pasti enggak. -_- jadi barista itu asyik lo! Kenapa asik? Jadi gini ceritanya.

7 bulan sudah gue berprofesi sebagai barista di salah satu cafe yang berada di jl. Karang menur timur no. 17 surabaya. Cafe ini beroperasi dari pukul 12:00 hingga pukul 00:00. Yah kerjanya part time sih, dibagi jadi 2 shift alias 6 jam kerja.

Awalnya gue gatau apa-apa tentang profesi ini, yang gue tau pekerja cafe biasanya cuma waitres, penjaga kasir, ama yg bikin makanan dan minuman. Wkwk dan ga terlalu paham juga tentang kopi. Lalu pada saatnya gue lagi pengen kerja, dan melamar lah saya di cafe yan bernama pintu rumah.

Yaa pertama kali kerja sih cuma di kasih tahu tentang coffee knowledge dan basic how to make a coffee. Akhirnya kenalan lah gue sama alat-alat pembuat espresso ini. Yang pertama ada grinder, lalu temper, kemudian single porta, doble porta, porta filter/basket, terus mesin espresso maker namanya gino hehe

Setelah kenalan, iseng deh buat. Awalnya susah banget, ngga ngerti takarannya, ngga ngerti ngoperasiin mesinnya, pokoknya ribet dah. -_- sampe pada akhirnya gue diajarin tentang langkah-langkah membuat espresso yang baik dan benar. 

Yang pertama kita harus tau dulu seperti apa kopi kita, mulai dari jenis beans dan roasting profile, kemudian atur grind size yang bertujuan untuk apakah kopi tersebut di giling secara halus, agak kasar, atau kasar, proses ini disebut grinding. Nah setelah itu siapkan porta (single/dobel menyesuaikan gram : ml air) ini disebut dozing atau mengisi bubuk kopi yg sudah di giling ke dalam basket. Jika single porta biasanya sih 12 gr, ini dinamakan leveling atau mengatur berat kopi yang akan di ekstrak. lalu tamping dengan temper, agar permukaan bubuk kopi yang terdapat di basket bisa padat dengan permukaan yang rata. Setelah itu flush mesin espresso untuk menghilangkan bekas kopi yg sebelumnya telah di ekstrak. Setelah itu pasang porta dan tekan tombol ekstraksi untuk mengeluarkan air panas dengan tekanan tinggi untuk mengekstrak bubuk kopi sehingga menjadi espresso. Hmm ribet yaa tapi lama kelamaan jadi asik kok hehehe

Untuk olahan cappucino dan latte sendiri punya tahap lanjut yakni mem froathing susu untuk di jadikan campuran espresso, kalo di indonesia sih namanya kopi susu lah ya wkwkwk.. tujuan froathing sendiri yakni menghasilkan foam pada susu, agar susu segar tersebut menghasilkan rasa yang creamy sehingga ketika di campur dengan espresso, rasa espresso nya tidak terlalu kuat. Selain itu kini semakin marak kegiatan menghias gelas kopi atau sering di sebut latte art, hal ini bertujuan agar cappucino/latte yang disajikan lebih terlihat menarik dan enak dilihat.

Nah ini beberapa foto gue di saat gue lagi bikin kopi hehe =D sorry ya :p




Lalu ini hasil latte art yg udah gue bikin hehe





Jadi seorang barista ga cuman tentang kopi, bisa bikin kopi atau paham masalah kopi. Tetapi bsrista juga harus friendly, karena bertemu dengan orang baru tiao harinya. Nah asik kan... oke gitu aja ya postingan mimin kali ini, udah ngantuk nih, ketambah hujan malah tambah weeeww.. wkwkwk oke sampai jumpa di postingan berikutnya! Seee yaa!!! =D

Tidak ada komentar:

Posting Komentar